Kebahagiaan seorang anak adalah puncak kebahagiaan orang tua.
Hal itu mengingatkan kita semua akan pentingnya hidup berdampingan, hidup bersama orang lain. Saling membahagiakan, bukan malah saling merenggutnya. Yang sering terjadi justru berlomba mencari kebahagiaan dengan jalan merampas, merampas kebahagiaan orang lain.
Kebahagiaan seringkali membuat kabur antara hitam ataupun putih. Mengaburkan yang seharusnya atau yang tidak semestinya. Hitam-putih kemudian menjadi filter dalam upaya menuju kebahagiaan yang abadi. Etika juga tak boleh luput darinya.
Memandang kebahagiaan dengan sebelah mata hanya akan membuat kita tersesat. Kita harus memandangnya dengan lebih komphrehensif. Tidak melihat sesuatu dalam sudut pandang yang kita inginkan saja. Tapi bagaimana kemudian kita memadukannya dengan hal lain yang terkait. Misalnya orang tua yang ingin bahagia, mereka harus memandangnya juga sebagai tanggung jawab. Tidak hanya tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya tapi juga sebagai tanggung jawab seorang hamba kepada Tuhannya.
Kita yang merupakan hamba yang serba kekurangan ini tentu harus tau dari mana kehidupan kita berasal dan kembali suatu saat nanti. Semoga kita tetap menjadi manusia yang senantiasa diridhoi orang tua kita. Tanpa itu mungkin kita hanya menjadi manusia yang dimurkai Tuhannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar