Rabu, 16 Maret 2016

Terburu-buru


"Tak ku sangka". Itulah kalimat yang mewakili hari esok. Kita tak pernah tau dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, layaknya sebuah film dengan twist-twist tak terduganya.

Ya kita memang sedang memerankan salah satu karakter seorang pemeran bak di layar kaca, pilihannya adalah mau karakter protagonis, antagonis atau cuma menjadi pemeran pembantu saja. Dan kita harus memilih peran.

Seandainya Sang Penulis sekenario hanya memperbolehkan peran protagonis saja  misalnya, bisa kita bayangkan betapa hidup ini begitu tak bernyawa. Begitu itu-itu saja. Tak akan ada benar-salah, baik dan buruk. Mungkin itulah yang akan terjadi.

Nyatanya sekenario yang dibuat Empunya begitu rumit, begitu tak terduga. Layaknya jawaban dari doa-doa yang manusia panjatkan kepada Tuhannya, tak terduga. Seandainya Tuhan pasti menjawab doa sesuai apa yang diminta, pastilah rumah-rumah Tuhan penuh dan sesak. Kenapa lantas Tuhan begitu? Wallahu a'lam, Tuhanlah Sang Maha, Maha dari seluruh Maha yang ada. Tuhanlah yang membuat sekenarionya. Tuhanlah yang tau apa yang sebenarnya diminta hamba-Nya.

Manusia begitu terburu-buru, terlalu cepat menilai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar